• MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI KARIMUN
  • Madrasah Lebih Baik, Lebih Baik Madrasah

Yuk Bangga Berbahasa Indonesia

Batavia (Jakarta), 27 - 28 Oktober 1928 menjadi saksi sejarah perjuangan rakyat Indonesia. Cucuran keringat dibalas sudah dengan kemenangan. Ikrar yang berisikan ketegasan ingin menjadi tanah air yang utuh, tanah air Indonesia,  ingin menjadi bangsa yang utuh, bangsa Indonesia, serta ingin memiliki bahasa yang utuh, bahasa Indonesia. Begitulah gambaran semangat pejuang terdahulu yang tercantum pada prasasti di dinding museum Sumpah Pemuda. Bertumpah darah, rela dipanah dalam mempertahankan tanah air,  demi mewujudkan harapan menjadi tanah air satu, tanah air Indonesia. Hal yang tidak dirasakan saat ini. Cemoohan terhadap bangsa sendiri, cemoohan terhadap bahasa sendiri.  Kalau  dahulu pejuang Indonesia  berkata “Aku rela mati demi membela negeri”, tidak dengan ucapan masyarakat sekarang, yang berucap “Aku akan mati tanpa trendi di zaman ini.”

Tutur halus yang diucapkan oleh pejuang terdahulu. Rasa bangga, rasa cinta, serta rasa setia yang teramat dalam pada bahasa Indonesia menjadikan bangsa ini memiliki jati diri. Tidak demikian halnya dengan keadaan masyarakat kita sekarang, banyak di antaranya yang memilih fasih berbahasa asing tanpa memedulikan bahasa Indonesia. Lebih parahnya lagi, para orangtua justru bangga jika nilai bahasa asing anaknya di sekolah lebih baik daripada nilai mata pelajaran bahasa Indonesianya. Inilah yang menyebabkan bangsa ini selalu bergantungan dengan bangsa lain, tidak pernah mandiri. Jika dibandingkan dengan negara-negara besar seperti Rusia, masyarakat Indonesia dapat dikatakan memiliki gengsi yang lebih tinggi untuk mengakui bahasanya sendiri, mereka lebih suka memadukan bahasa Indonesia dengan bahasa asing dengan alasan tidak ingin ketinggalan tren masa kini. Berbeda halnya dengan Rusia, jarang masyarakatnya menggunakan bahasa asing, bahkan mereka lebih bangga menggunakan bahasanya sendiri. Hal-hal demikian dapat kita jumpai di berbagai tempat seperti papan nama gedung-gedung bertingkat, bahkan jarang sekali terdapat penunjuk arah di bandara internasional menggunakan bahasa Inggris yang merupakan bahasa internasional. Ada pula gambaran suasana negara Rusia yang dikutip dari tulisan Dahlan Dahi yang menceritakan bahwa sopir taksi di Rusia tidak mampu berbahasa Inggris seperti halnya sopir taksi di Indonesia. Bedanya, sopir taksi kita malu kalau tidak bisa berbahasa Inggris. Sebaliknya, sopir taksi Rusia bangga menggunakan bahasa Rusia. Kemudian ada pula kejadian unik dari pimpinan Novotni, kantor berita Rusia, yang terbata-bata menggunakan bahasa Inggris di depan forum WAN-IFRA di Amsterdam Belanda. Meskipun terlihat beberapa bule yang tersenyum, ia tetap percaya bahwa Rusia adalah bangsa besar yang memiliki bahasa yang baik seperti bangsa lainnya. Begitulah gambaran masyarakat Rusia, mereka bangga menjadi bangsa Rusia. Tidak bisa berbahasa Inggris justru bagus karena menandakan cita rasa bahasa Rusia mereka. Inilah yang kemudian menjadikan Rusia menjadi negara yang mandiri.

Kalau kita berbicara masyarakat sekarang, kepedulian terhadap bahasa Indonesia sangat menipis. Artinya banyak yang beranggapan bahwa bahasa Indonesia tidak penting. Sering terdengar cemoohan terhadapnya. Lebih parah lagi jika dihubungkan dengan mata pelajaran yang menyangkut bahasa Indonesia. “Ah, ngapain lagi sih belajar bahasa Indonesia? toh dari kecil juga sudah bisa kok berbahasa Indonesia”. Begitulah kira-kira cemoohan yang muncul pada saat ini. Padahal jika diperluas, bahasa Indonesia buka sekadar ejaan yang menjadi alat komunikasi bagi bangsa ini. Jika dari segi bahasa saja kita tidak mampu menjaga kemurniannya, bagaimana kita mau menjaga budaya yang ada di negeri kaya ini? jika mata pelajaran matematika, kimia, fisika, dan biologi bisa diperlombakan, mengapa para pembesar kita tidak melaksanakan perlombaan-perlombaan terkait pelajaran bahasa Indonesia? cukupkah kita bangga dengan kemampuan generasi kita yang hanya memahami ilmu alam? seberapa besar rasa bangga, cinta, serta setia kita terhadap bahasa pemersatu kita? kita hidup dari tanah Indonesia, maka berbanggalah jika kita mampu menyuburkan tanah kelahiran kita kemudian mati dengan timbunan tanah negeri ini. Tidak sedikit orang-orang pembesar kita yang masih salah dalam menggunakan bahasa Indonesia. Tidak jarang mereka kesulitan merangkai kata demi kata yang benar dalam menggunakan bahasa Indonesia. Bahasa bukan sekadar alat komunikasi, dari bahasa kita belajar mengenal satu sama lainnya, dari bahasa kita menjadi satu, dan dari bahasa kita memiliki jati diri. Bahasa itu racun, racun yang dapat menjadikan seseorang terlihat baik atau buruk. Dengan bahasa kita berdiri, bahasa pula penunjuk ciri, dan dengan bahasa kita mandiri. (Agus Rahmanda) ***

Komentar

Saya ingin masuk sekolah secara online karena ingin memutus rantai covid19

Saya mau masuk sekolah ini dengan cara melalui onlain,karna saya ingin memutuskan mata rantai covid 19

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
SIAP-SIAP !! 1 MEI PPDB ONLINE MTsN KARIMUN DIBUKA

Assalamualaikum sahabat Madrasah. Bagaimana puasanya hari ini? Admin doakan semoga diberi kemudahan dan kesehatan dalam menjalaninya yaa aamiin.. Emm.. Sambil menunggu waktu berbuka, Ad

19/04/2021 15:50 WIB - Administrator
CEGAH COVID, MTsN KARIMUN TERAPKAN 2 SESI SAAT MATSAMA

TANJUNGBATU, MTsN KARIMUN PEDIA – Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Karimun melaksanakan Masa Taaruf Siswa Madrasah (Matsama) tahun pelajaran 2020/2021 dengan menggunakan 2 sesi s

14/07/2020 08:53 WIB - Administrator
SISWI MTsN KARIMUN RAIH JUARA 3 LOMBA PIDATO

TANJUNGBATU, MTsN KARIMUN PEDIA - Rabiatul Adawiyah, siswi kelas VIII MTsN Karimun berhasil meraih peringkat terbaik ketiga dalam Lomba Pidato Berbahasa Melayu Tingkat SMP Sederajat se-

23/06/2020 09:25 WIB - Administrator
MTsN KARIMUN SUMBANG 2 SISWA DALAM LOMBA PIDATO

(TANJUNGBATU), MTsN KARIMUN PEDIA - Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Karimun menyumbang 2 siswa dalam ajang lomba pidato berbahasa melayu tingkat SMP/MTs se-provinsi Kepulauan Riau (KE

19/06/2020 17:27 WIB - Administrator
MTsN Karimun Adakan Rapat Kelulusan

TANJUNGBATU, MTsN KARIMUN PEDIA - Madrasah Tsanawiyah Negeri Karimun mengadakan rapat kelulusan siswa kelas IX Tahun Pelajaran 2019/2020, (Jumat, 5/6/2020). Rapat yang dihadiri Kep

05/06/2020 11:19 WIB - Administrator